Kamis, 09 Juli 2020

Apa Itu Assessment Bangunan



Masyarakat tampaknya sudah tidak asing dengan infrastruktur semacam gedung, jembatan, bendungan dll, namun apakah masyarakat mengidentifikasi dan memahami tata cara melakukan pemeliharaan bangunan tersebut, dalam perkembangan disaat ini pemeliharaan suatu bangunan telah mengenakan tata cara modern yang sering digunakan dalam tahapan perbaikan, tata cara modern tersebut dengan melakukan suatu pengujian pada struktur bangunan, pengujian yang dicoba tersebut yakni tahap dini dalam proses perbaikan, proses pengujian diucap dengan assessment bangunan/ audit struktur bangunan, pengujian dicoba biar kehancuran pada bangunan dapat dianalisa dan diketahui faktor dari kehancuran bangunan tesebut tidak cuma itu jenis- tipe kehancuran lain semacam terjadinya retakan pula ikut dalam analisa assessmet bangunan, nyatanya pengujian ini sangat bermanfaat dicoba dikala saat sebelum dicoba perbaikan secara keseluruhan.

Dalam pengujian assessment bangunan/ audit struktur bangunan dicoba pada posisi/ bagian yang terjalin kehancuran setelah itu dicoba analisa mengenakan alat- perlengkapan istimewa pengujian yang digunakan buat mengumpulkan data dari kehancuran maupun hambatan pada bangunan, jenis kehancuran yang dicoba analisa meliputi penyusutan pondasi, retakan permukaan dan dalam, dan kerapuhan pada bangunan,

Hasil dari pengujian assessment bangunan nyatanya bermanfaat dan berguna buat perbaikan bangunan nantinya, namun pengujian audit struktur bangunan/ assessment bangunan tidak dapat dicoba denga nasal, diperlukan nya seorang yang ahli dalam bidang pengujian struktur bangunan maupun audit struktur bangunan biar mendapatkan data sesuai dengan kondisi bangunan yang ada, manfaat dari assessment bangunan sendiri yakni:

Identifikasi
Identifikasi yang dimaksud ialah menganalisa faktor dari kehancuran suatu bangunan, biasanya kehancuran terjalin akibat zona dekat dan material pondasi bangunan, buat mengidentifikasi lebil jelas dapat dilihat pada artikel Faktor kehancuran bangunan, hasil analisa kerusakan- kehancuran tersebut hendak dilihat dan diberikan pemecahan penangkalan sehabis dicoba analisa.

Meringankan biaya
Dalam kasus kehancuran biasanya dicoba perbaikan secara keseluruhan dan tidak diketahui secara jelas dan detail perbaikan yang dicoba, namun apabila memiliki data hasil dari assessment bangunan perbaikan hendak dicoba sesuai dengan hasil data kehancuran, hingga bayaran perbaikan tidak besar.

PT Testindo bagaikan industri yang telah berpengalaman dalam assessment bangunan maupun audit struktur bangunan, sajikan jasa assessment bangunan yang hendak dikerjakan secara profesional, buat pemesanan jasa dan konsultasi mengenai bangunan dapat menghubungi PT Testindo pada Nomor 021 29563045, WA: 081399291909( Fikri) dan email: sales@testindo. com

Kamis, 02 Juli 2020

Ini dia jenis dari keretakan beserta dampak nya


Dalam pemeliharaan suatu bangunan tampaknya sering terdapat kasus dalam melindungi kondisi dari struktur bangunan maupun pondasi dari bangunan, kasus tersebut biasanya mencuat akibat dari kondisi zona dari dekat pondasi/ struktur bangunan yang dapat mempengaruhi kondisi dari bangunan, nyatanya Mengenai tersebut biasanya sering terjalin terlebih apabila bangunan tidak kerap melakukan perbaikan kehancuran pada bangunan nantinya hendak mudah terlihat, kehancuran dapat berupa retakan pada permukaan dinding ataupun retakan yang besar, dalam melakukan perbaikan retakan retakan tersebut biasanya dicoba penambalan namun lebih baik dikala saat sebelum melakukan perbaikan/ penambalan retakan dicoba nya pengujian buat mengidentifikasi kedalaman pada retakan dan buat mengidentifikasi kualitas pondasi bangunan masih layak dan kuat kah pondasi tersebut, pengujian tersebut yakni pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test

Kehancuran bangunan memanglah yakni Mengenai umum yang sering terjalin pada suatu bangunan, namun apakah masyarakat tau bahaya dari suatu retakan bangunan dapat menyebar pada struktur bangunan lain nya hingga dapat memunculkan kehancuran yang berakibat parah pada bangunan, tidak cuma dari akibat kehancuran tersebut kehancuran/ retakan pada pondasi dapat terjalin diakibatkan oleh proses pembuatan beton bangunan itu sendiri, buat mengidentifikasi faktor keretakan pada pondasi bangunan dapat dilihat pada artikel

Faktor Terjadinya Keretakan Bangunan
Umum nya keretakan pada bangunan memiliki 3jenis retakan yang disebabkan oleh Mengenai yang berbeda, yakni retakan Tarik, tekan dan susut retakan tersebut yakni kehancuran yang sering terjalin pada suatu bangunan tiap- masing- masing memiliki faktor yang berbeda serta tenaga rusak yang berbeda:

Retakan Tarik
Retakan Tarik ialah jenis dari retakan yang disebabkan oleh penyusutan pada permukaan tanah yang terjalin pada dekat bangunan, penarikan tersebut hendak menarik maupun menggeser struktur bangunan yang ada hingga dapat memunculkan keretakan, namun retakan ini hendak dapat membahayakan apabila penyusutan pada permukaan tanah ataupun perpindahan yang terjalin pada hanya sebagian dari bangunan.
Retakan Tarik memiliki tenaga kehancuran yang cukup menimbulkan kegagalan struktur bangunan sebab memiliki tenaga rusak yang cukup kuat namun kehancuran pada retakan Tarik ini tergantung pada penyusutan tanah yang terjalin.

Retakan Tekan
Retakan Tekan ialah jenis retaka yang sering terjalin akibat dari berat yang melebihi batas yang dapat ditahan oleh pondasi bangunan, nyatanya masing- masing pondasi ataupun struktur bangunan memiliki batas dalam menahan beban berat, namun apabila beban berat tersebut melebihi batas yang dapat di tahan sampai hendak dapat menimbulkan keretakan yang terjalin pada bangunan.
Dalam kasus keretakan tekan tenaga rusak pada retakan ini tergantung pada berat yang di terima serta lama maupun tidaknya diperbaikinya retakan tersebut.

Retakan Susut
Retakan susut ini yakni jenis retakan yang tidak memiliki tenaga rusak yang kuat, keretakan ini pula umum nya mudah dalam perbaikan nya, namun keretakan ini memiliki 2 faktor yang biasanya terjalin yaitu Retakan yang terjalin akibat adanya persipangan material pondasi yang berbeda, biasanya retakan tersebut biasanya retakan tersebut terletak pada pintu dan jendela, Retakan yang terjalin akibat sangat banyak semen yang tercampur pada dinding, hingga menimbulkan plesteran pada dinding sangat tebal dan memunculkan keretakan.

Nyatanya dalam hadapi kehancuran banguna nyatanya tidak boleh dikira remeh sebab apabila diremehkan kehancuran hendak meluas sehingga dapat merubuhkan bangunan, dalam hadapi kehancuran diperlukan nya sesuatu pengujian Ultrasonic pulse velocity test yang lakukan dikala saat sebelum dicoba nya perbaikan, nyatanya pula dicoba demi kebaikan suatu bangunan biar perbaikan dapat dicoba secara maksimal, 

Rabu, 01 Juli 2020

Proses dalam pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test


Ultrasonic pulse velocity test yakni salah satu pengujian yang dicoba kepada struktur bangunan yang dicoba buat mengidentifikasi nilai dari kualitas beton, pengujian tersebut yakni pengujian yang bersifat non destructive test( NDT) maupun yang biasanya dikenal dengan pengujian tampa mengusik object yang di uji, tidak cuma itu yang membuat pengujian tersebut tidak mengusik object diakibatkan pengujian tersebut mengenakan sesuatu peralatan yang istimewa dalam melakukan pengukuran nya yakni dengan mengenakan gelombang ultrasonic.
Dalam melakukan pengujian ultrasonic pulse velocity test diperlukan nya seorang yang ahli dalam melakukan pengujian serta pengetahuan mengenai pengujian yang dicoba nya, sebab apabila tidak biasa dalam melakukan pengujian nya, hasil hendak berbeda dengan object yang lagi di uji, nyatanya Mengenai tersebut jadi Mengenai yang tidak di idamkan oleh pemilik/ pengelolah bangunan, pengujian tersebut harus sesuai dengan standart pengujian BS 1881: Part 203: 1986 dan ASTM C597- 97, standart tersebut yakni penjelasan mengenai transducer penerima hendak mengenali datang nya gelombang komponen pulse hendak tiba lebih dini, proses pengujian ultrasonic pulse velocity test pula dapat dicoba dengan 3 tata metode pengambilan data yakni Direct transmission, Semi- direct Transmission, Indirect/ surface transmission.
Pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test pula memerlukan tahapan berarti yang dicoba dikala saat sebelum dicoba nya pengujian terhadap pondasi bangunan, tahapan tersebut meliputi:

Persiapan
Tahapan ini yakni tahapan dini yang dicoba dikala saat sebelum dicoba pengujian, yakni dengan memberikan marking/ karakteristik kepada posisi yang hendak di uji nantinya

Persiapan alat
Dikala saat sebelum dicoba pengujian nyatanya peralatan perlu dicoba pengaturan biar sesuai dengan posisi yang hendak di uji.

Pengujian
Dalam tahap ini pengujian hendak dicoba dan hendak menghasilkan data yang hendak jadi penentu pengujian, namun hasil pengujian bukan hanya di tentukan pada disaat pengujian namun dari persiapan sampai proses pengujian lah yang jadi kunci keberhasilan nya nanti.

Tahap evaluasi
Dalam tahap ini yakni tahapan akhir yang dicoba sehabis pengujian, yakni melakukan pengecekan pada hasil pengujian, dan memberikan hasil pengujian kepada pengelolah


Selasa, 30 Juni 2020

Proses Uji Ultrasonic Pulse Velocity Test



Pengujian terhadap struktur bangunan yakni bagian yang di lakukan buat mengidentifikasi mengenai kondisi struktur bangunan dikala saat sebelum dicoba nya perbaikan secara menyeluruh terhadap bangunan, pengujian itu ialah pengujian yang dicoba pada beton bangunan yang hadapi kehancuran ataupun hanya buat melakukan pengukuran terhadap kualitas beton bangunan yang di gunakan, tidak cuma itu pengujian tersebut biasanya lebih sering digunakan sebab pengujian tersebut bersifat NDT( Non Destructive Test) yakni pengujian yang bersifat tidak mengusik object yang di uji, salah satu pengujian yang bersifat NDT tersebut yakni Ultrasonic Pulse Velocity Test.
Pengujian Ultrasonic pulse velocity test yakni sesuatu pengujian yang bersifat NDT, pengujian tersebut mengenakan sesuatu gelombang ultrasonic yang hendak merambat melalui object yang padat, setelah itu pengukuran hendak dicoba bersumber pada kilat dari rambat gelombang tersebut yang hendak merambat pada object padat, dalam melakukan pengujian tersebut terdapat 3 tata cara/ tata metode dalam melakukan pengambila data, yakni direct transmission, semi- direct transmission dan indirect transmission, 3 tata metode tersebutlah yang jadi tata cara yang biasanya dicoba buat melakukan pengukuran disaat pengujian, tahapan dalam melakukan pengujian ultrasonic pulse velocity test bagaikan berikut:

1. Persiapan Lapangan
Proses dini dalam melakukan pengujian yakni mempersiapkan lapangan, biasanya dicoba penandaan dini yang bertujuan buat membenarkan posisi dini dimulainya pengujian, setelah itu dicoba pembersihan pada posisi uji, biar tidak menggangu gelombang ultrasonic pada disaat pengujian nantinya.

2. Persiapan Alat
Persiapan peralatan dicoba buat mempersiapkan peralatan yang hendak di gunakan serta dicoba pengujian terhadap sensor peralatan, apabila terjadinya hambatan pada peralatan pengujian dicoba nya kalibrasi pada peralatan uji, biar mendapatkan hasil pengujian pada peralatan yang sesuai.

3. Tahap pengujian
Dalam tahap ini pengujian hendak dicoba bersumber pada persiapan yang telah dicoba pada dikala saat sebelum pengujian, rangkaian tersebut nyatanya hendak membantu dalam tahap ini sebab kesiapan pada pengujian sangat perlu dicoba dikala saat sebelum dicoba pengujian, setelah itu dalam tahap ini pengujian hendak dapat dicoba dengan 3 tata metode tata cara pengambilan data yakni direct transmission, semi- direct transmission dan indirect transmission.

Kamis, 25 Juni 2020

Penggunaan Ultrasonic Pulse Velocity Test pada

Warga nyatanya telah tidak asing dengan pemakaian beton bagaikan pondasi bangunan, apakah warga tau pondasi bangunan semacam beton yang telah jadi struktur bangunan, masih dibutuhkan nya pengawasan terhadap beton tersebut supaya senantiasa kokoh serta mempunyai dayatahan yang kokoh, pengujian tersebut diucap dengan Ultrasonic Pulse Velocity Test, Ultrasonic Pulse Velocity Test tersebut ialah sesuatu pengujian yang wajib dicoba supaya bangunan bisa bertahan lama, tidak hanya itu pengujian harus dicoba apabila bangunan hadapi indikasi kehancuran maupun hadapi kehancuran saat sebelum terbentuknya kegagalan strukturbangunan bisa membahayakan nyawa dari pengguna banggunan, Tujuan dari pengujian UPVT Sendiri ialah buat melaksanakan identifikasi terhadap nilai kualitas pada beton bangunan.

Pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test( UPVT) pastinya umumnya dicoba oleh seseorang yang sudah handal dan berpengalaman dalam pengujian struktur bangunan, karena pengujian tersebut membutuhkan pengetahuan dan alat- alat spesial supaya memperoleh hasil yang cocok dengan bangunan yang lagi di uji, perlengkapan tersebut ialah suatu perlengkapan pengujian yang bisa mengukur mutu pada beton memakai gelombang ultrasonic, gelombang tersebut hendak melaksanakan suatu pengukuran yang hendak merambat pada beton serta melaksanakan analisa terhadap nilai kualitas pada beton yang lagi di uji, pengujian tersebut pastinya tidak bisa dicoba dengan sembarangan karena pengujian wajib bersumber pada ketentuan BS 1881: Part 203: 1986 serta ASTM C597- 97, bila tidak hasil dari pengujian tidak hendak menciptakan informasi yang benar, serta bisa merugikan hasil analisa tersebut.
Pada dikala dicoba nya pengujian terhadap beton uji, ada sebagian tata cara yang dicoba supaya memperoleh hasil analisa terhadap struktur bangunan yang terdapat, tata cara tersebut merupakan:
  • Direct Transmission
  • Semi- Direct Transmission
  • Indirect/ surface Transmission
Metode- metode tersebut pastinya mempunyai kekurangan serta kelebihan nya dalam melaksanakan pengujian, tidak hanya itu tingkatan akurasi hasil dari tata cara pengujian tersebut pula berbeda- beda, serta dalam melaksanakan pengujian perlunya mempersiapkan tahap- tahap yang wajib dicoba saat sebelum dicoba pengujian, demi memperoleh hasil yang cocok dengan keadaan beton bangunan yang di uji.
PT Testindo bagaikan industri yang bergerak dalam bida testing& Measurement membuka jasa Ultrasonic Pulse Velocity Test, buat melaksanakan pemesanan tersebut bisa menghubungi pada no: 0813- 9929- 1909 ataupun 0821- 1460- 7782 serta Email: sales@testindo. com

Jumat, 12 Juni 2020

jenis keretakan dari pondasi bangunan


Kasus pada bangunan ialah Menimpa universal terjalin bangunan, kasus yang kerap dialami masing- masing owner bangunan ialah retakan yang mencuat pada bangunan, retakan tersebut mempunyai tipe yang berbeda dan tenaga rusak yang berbeda dari ringan sampai berat, karena retakan pada bangunan hendak sangat mempengaruhi kepada structural bangunan serta bisa membengkak, sebab nya retakan pada bangunan tidak boleh disepelekan serta dibiarkan, dalam penindakan retakan bangunan retakan wajib diidentifikasi terlebih dulu secara kasat mata, maupun melaksanakan identifikasi keretakan bangunan menggunakan ultrasonic pulse velocity lewat jasa Ultrasonic Pulse velocity Test, sebab buat bisa melaksanakan analisa pada retakan bangunan diperlukannya pengetahuan hendak ilmu struktur bangunan supaya memperoleh hasil analisa secara valid.

Retakan pada bilik bangunan mempunyai 3 tipe retakan ialah, retakan Tarik, retakan tekan dan retakan susut. Dari jenis- jenis retakan tersebut tiap- masing- masing mempunyai karakteristik serta ciri yang berbeda beserta tenaga rusak yang berbeda sampai penindakan nya, apa sajakah retakan- retakan tersebut berikut ialah jenis- jenis retakan:

RETAKAN TARIK

Retakan Tarik ialah suatu retakan yang disebabkan oleh penyusutan permukaan tanah, penyusutan tanah tersebut umumnya menarik konstruksi bangunan yang terletak pada permukaan tanah, sampai memunculkan penyusutan konstruksi/ perpindahan konstruksi bangunan, dalam permasalahan penyusutan permukaan tanah umumnya berakibat ringan apabila penyusutan yang terjalin secara serentak tetapi apabila penyusutan permukaan tanah cuma terjalin pada dititik tertentu, keretakan Tarik bisa memunculkan kehancuran yang parah.

Kehancuran tertentu, yang disebabkan oleh penyusutan permukaan tanah berbeda pada bangunan hendak bisa memunculkan keretakan yang besar serta lebar pada bilik bangunan, serta lumayan membahayakan buat owner bangunan apabila tidak ditangani serta dibiarkan.

RETAKAN TEKAN

Retakan tekan ialah suatu retakan yang disebabkan oleh pembebanan ataupun beban yang sangat berat sampai struktur bangunan tidak kokoh buat menahan beban tersebut, beban tersebut umumnya terletak pada atas, beban berat yang diterima oleh struktur bangunan pula bisa disebabkan oleh kolom ringbalk pada dikala menyalurkan berat secara menyeluruh, guna ringbalk sendiri digunakan bagaikan penyaluran beban pada bagian atas supaya bisa menyalurkan beban secara menyeluruh, retakan tekan pula umumnya hendak gampang dideteksi kala telah menimbulkan retakan yang cenderung lurus vertical.

Dalam penindakan retakan tekan umumnya ditangani dengan menaikkan jumlah kolom ringbalk, apabila hambatan yang terjalin pada ringbalk yang tidak mempunyai tenaga kokoh yang lumayan.

RETAKAN SUSUT

Retakan susut ialah salah satu tipe retakan pada bangunan yang tidak mempunyai tenaga rusak pada struktur bangunan yang lumayan besar, sampai keretakan pada bilik pada tipe retakan ini lebih gampang ditangani, karena bukanlah membutuhkan bayaran revisi yang lumayan besar, tetapi dalam retakan susut ini pula mempunyai 2 jenis

retakan susut yang berbeda antara lain:

Retakan susut plastis

Retakan susut terjalin akibat terdapatnya persimpangan antara material yang berbeda.

Retakan susut kering

Retakan susut kering ialah keretakan yang terjalin akibat banyak nya isi semen pada bilik dan akibat plesteran yang lumayan tebal pada bilik. 

Selasa, 09 Juni 2020

Manfaat pada proses vibration analisis


Pada dunia tampaknya sudah tidak asing dengan mesin- mesin industry yang digunakan buat menghasilkan suatu produk, hendak tetapi getaran yang terjalin pada mesin industry hendak dapat memunculkan kasus pada mesin, getaran tersebut terjalin akibat roda pada mesin yang hadapi hambatan/ tidak hadapi keseimbangan

hingga menimbulkan getaran, dalam perkembangan zona industry dibuat lah sesuatu mesin dengan kemampuan yang lebih baik serta lebih canggih dan mudah dalam melakukan perawatan pada mesin, perawatan mesin tersebut mengenakan sesuatu peralatan istimewa yang dapat melakukan monitoring terhadap getaran pada mesin, biar dapat melindungi kualitas suatu produk dan melindungi mesin dengan baik, mengenakan vibration analisis.

Sesuatu tata metode buat melakukan analisa gerak/ getaran pada sesuatu mesin, vibration analisis sendiri biasanya digunakan pada disaat melakukan analisa kesehatan terhadap mesin serta jadi sesuatu tata metode yang digunakan buat memberikan hasil dari parameter semacam Akselerasi getaran, Kecepatan getaran, Perpindahan getara, Serta dilengkapi dengan fitur analisis, FFT Analisis, FRF Analisis( Bump Test), Order Analisis( Run- up coast down), Torosional Vibration, Rotational vibration, On- site balancing yang dapat mengenali getaran dengan sangat detail dan baik.

vibration monitoring sendiri ialah sesuatu tata metode yang hendak digunakan oleh engineering dalam melakukan suatu pengujian pada mesin, vibration monitoring sendiri jadi pemecahan buat penangkalan terjadinya getaran yang mencuat secara kelewatan hingga memunculkan kehancuran, manfaat lain dari Vibration monitoring antara lain:

Manfaat pada Vibration Analisis
  • Menghasilkan data yang hendak dapat jadi pertimbangan mengenai kondisi mesin apakan hendak diperbaiki maupun tidak nya.
  • Dapat memprediksi kehancuran pada mesin.
  • Menjauhi terjadinya kehancuran pada mesin.
  • Jadi perbandingan terhadap kelayakan mesin yang sesuai dengan standart.
  • Meminimalisir pembiayaan lebih apabila mesin hadapi penyusutan performa dikala saat sebelum terjadinya kehancuran secara keseluruhan
Buat dapat melakukan vibration monitoring yang baik dan dapat menghasilkan data yang sesuai dengan keadaan mesin PT Testindo dapat melakukan pekerjaan vibration monitoring dengan baik mengenakan vibration analisis secara profesional dan didukung oleh tenaga ahli, tidak cuma itu PT Testindo testindo pula bergerak dalam bidang penjualan sensor- sensor peralatan vibration monitoring semacam accelerometers dll. 

Kamis, 28 Mei 2020

Cara kerja Ultrasonic Pulse Velocity Test


Bangunan nyatanya bisa hadapi suatu kehancuran bangunan, kehancuran tersebut umumnya di awali pada retakan pada bilik/ pondasi bangunan, apabila di perkenankan dalam jangka waktu lama retakan tersebut bisa berakibat pada pondasi bangunan, sampai menimbulkan keruntuhan bangunan yang bisa menyangkut keselamatan para pengguna bangunan, buat itu perlunya dicoba perawatan/ pengecekan teratur terhadap keadaan kehancuran bangunan yang umumnya senantiasa di jalani oleh bangunan- bangunan lain buat tingkatkan keselamatan pengguna bangunan, pengecekan keadaan bangunan umumnya di jalani oleh professional engineering yang telah terbiasa dalam melaksanakan pengukuran terhadap bangunan, pengukuran di jalani dengan alat- alat spesial serta pengujian spesial yang umumnya di tahu dengan UPVT ataupun Ultrasonic Pulse Velocity Test, pengujian tersebut lah yang umumnya di pakai buat mengenali menimpa keadaan kehancuran/ retakan pada suatu bangunan.

Dalam proses pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test, umumnya kerap di jalani pada bangunan- bangunan yang telah

berdiri, karena pengujian tersebut bertabiat NDT( Non- destructive test) ialah pengujian yang tidak mengganggu object uji, pengujian Ultrasonic Pulse Velocity Test tersebut di seleksi karena tidak mengganggu bangunan, dan dalam pengujian UPVT memakai suatu perlengkapan spesial yang melaksanakan pengukuran mengunakan gelombang ultrasonic yang merambat lewat object padat yang dihasilkan pada perlengkapan, kemudian informasi dari hasil analisa tersebut hendak tampak pada monitor pada perlengkapan UPVT tersebut.

Persiapan pengujian

Persiapan pengujian meliputi pemantauan posisi pengujian dalam rangka melaksanakan analisa dini kehancuran yang nampak pada bangunan, pemilihan posisi uji, pembersihan posisi uji, dan perataan permukaan bidang yang di uji.

Persiapan Alat

Pengujian nyatanya di jalani dengan memakai alat- alat pengujian antara lain dibutuhkan konfigurasi dari perlengkapan UPVT serta kalibrasi perlengkapan UPVT supaya memperoleh hasil yang optimal.

Pengujian

Pengujian bisa di jalani dengan sebagian metode Semi- direct transmission, indirect transmission, Direct Transmission metode tersebut di jalani bersumber pada pemantauan/ hasil dari analisa dini yang sudah di jalani saat sebelum pengujian di jalani.

+62 813- 9929- 1909/+62 822- 5870- 6420 maupun lewat Email: sales@testindo. com

Rabu, 13 Mei 2020

memahami manfaat Assesment Bangunan

Assesment Bangunan

Masing- masing bangunan yang berdiri tampaknya memiliki sesuatu ketahanan yang kuat biar mendapatkan izin buat digunakan, buat mendapatkan informasi mengenai tenaga kuat menahan bangunan serta kualitas dari material suatu bangunan diperlukan nya sesuatu asessment dan audit struktur bangunan, kepada masing- masing bangunan yang hendak dibangun guna ataupun pada masing- masing bangunan yang sudah 5 tahun buat memperoleh Sertifikat Layak Guna( LSF), namun dalam melakukan Assesment bangunan ataupun audit bangunan pula bisa dicoba apabila bangunan hadapi kehancuran maupun berpotensi hadapi kegagalan struktur bangunan yang memunculkan kerubuhan pada bangunan, yang dapat berdampak merugikan pengguna bangunan, kehancuran tersebut biasanya terjalin akibat berbagai aspek antara lain:
  • Usia Bangunan
  • Kondisi air tanah
  • Angin
  • guncangan
  • Perencanaan pembangunan
Pada disaat bangunan hadapi gejala kehancuran berupa retakan ataupun ganguan lain nya pada bangunan, sampai pemecahan dini dalam penangkalan kehancuran dikala saat sebelum jadi meluas ialah melakukan Assesment Bangunan, dalam proses nya biar mendapatkan hasil yang optimal, dicoba dengan 3 tahap dini yakni investigasi, evaluasi dan pelaksanaan, setelah itu pengujian dalam melakukan assesment bangunan biasanya memerlukan alat- perlengkapan istimewa yang dapat mengidentifikasi kuat tekan pada beton, geometris bangunan, mengidentifikasi lebar maupun kedalaman pada retakan, serta buat mengidentifikasi diameter pada tulangan baja yang terdapat pada bangunan, alat- perlengkapan tersebut yakni:
  • schmidt rebound hammer
  • Ultrasonic Pulse Velocity
  • Theodolite
  • WaterPrass
  • Meteran
  • Microcrackmeter
  • Locator/ R- bar meter
  • Kaliper/ Jangka sorong

Tujuan 
  • tujuan pada assesment maupun audit bangunan yakni analisa terhadap
  • bangunan yang terjalin degradasi maupun bangunan baru, buat dapat melakukan pengukuran kinerja struktur bangunan mengenakan indikasi retakan pada bangunan, antara lain:
  • Melakukan Identifikasi pada faktor kehancuran bangunan maupun infrastruktur melalui analisa terhadap kehancuran menyeluruh pada bangunan.
  • Melakukan kajian pemecahan pada pembiayaan sangat efektif terhadap perbaikan bangunan yang hadapi kehancuran.
  • Melakukan analisa terhadap tingkatan keamanan pada bangunan.

Manfaat 
  • memberikan manfaat terhadap prosedur serta asesment bangunan, mengenakan pengambilan sample benda yang diuji pada posisi/ bangunan buat dicoba uji laboratorium bagaikan dasar buat melakukan evaluasi tenaga kuat bangunan.
  • analisis kemanan pada bangunan buat membenarkan tingkatan tenaga kuat pada kekerasan struktur bangunan.
  • memberikan anjuran mengenai teknis dalam perbaikan ataupun permerkuat struktur bangunan.


    SUMBER

Selasa, 12 Mei 2020

Proses dalam Vibration Monitoring


Pemantauan getaran mengenakan vibration monitoring, pada mesin putar pada industri yang bersumber pada ROI( Return On Investment) dapat dicoba dengam mudah dan jadi pemecahan dikala saat sebelum terjadinya kehancuran pada mesin industri, sebab pembiayaan melakukan vibration monitoring lebih murah dibandingkan perbaikan mesin secara keseluruhan ataupun penggantian mesin industri baru, Dalam Vibrasion Monitoring biasanya terdapat sebagian sensor antara lain:

Accelerometer

Accelerometer yakni sensor buat melakukan pengukuran getaran pada tutup ataupun cap dari bantalan.

Proximity Probe

Proximity probe sesuatu sensor yang digunakan buat melakukan pengukuran setiap hari ataupun smooth bore bearing dimana sesuatu poros dapat diperoleh buat bisa menggerakan bearing bore.

Dalam Vibration monitoring sensor tersebut dapat melakukan memonitoring pada rotating equipment pada sesuatu mesin yakni: pumps, motors, compressors, centrifuges, turbines, generators, gear boxes, fans, blowers, chillers, dll instalasi pada Vibration monitoring dengan tata cara memasangkan sensor pada critical bearing, data dari sensor tersebut hendak ditransfer pada komputer istimewa/ komputer vibration monitoring, dari data yang dihasilkan oleh sensor nantinya hendak menghasilkan tingkatan peringatan maupun tingkatan bahaya pada mesin yang lagi diuji, pada tingkatan peringatan diperlukan nya perawatan pada mesin apabila pada tingkatan berbahaya peralatan diperlukanya pengantian part dari mesin. 

Proses pengujian Lateral load test



Pada suatu bangunan perencanaan pembangunan yakni bagian berarti sebelu pembangunan dalam rencana tersebut, terdapat sesuatu perencanaan mengenai pondasi, pondasi hendak bekerja dengan baik apabila beban yang di terima oleh pondasi hendak di teruskan dari pondasi ke tanah dan tidak melebih batas kekuatan tanah, apabila melebihi batas kekuatan tanah yang di lampaui penyusutan tanah hingga perpindahan tanah terjalin hendak memunculkan kehancuran pada konstruksi yang terletak pada atas pondasi, buat itu perlunya melakukan analisa terhadap tenaga dukung lateral buat dapat mengukur defleksi yang terjalin akibat beban lateral, buat dapat melakukan analisa diperlukan nya sesuatu pengujian lateral load test yang sesuai dengan standart ASTM D3966- 07( Standard Test Methods For Deep Foundations Under Lateral Load)
Pengujian lateral yang di lakukan pada tiang pondasi dapat di lakukan dengan 2 tata metode yang biasanya di lakukan pada tiang pondasi, yakni:

  • Pile to pile mothod
Yakni sesuatu tata metode yang memakai tiang pada dekat bagaikan penahan buat dapat memberikan beban horizontal pada tiang uji.
  • Kentledge method
Yakni tata metode yang mengenakan benda mati berupa beton, dinding maupun pula benda apapun yang dapat menahan gaya literal.

Dalam pengujian Lateral load test diperlukanya alat- perlengkapan pengujian yang sesuai dengan standart pengujian serta di oprasikan oleh seorang yang telah profesional dalam pengujian, peralatan tersebut meliputi:

• Hydraulic Jack

Harus memiliki kapasitas yang sama ataupun lebih dari beban yang hendak di uji.

• Hydraulic pump

Yakni kesatuan dari peralatan hyraulic jack

• Transfer beam

Transfer beam harus memiliki tenaga kuat yang sesuai biar tidak terjalin kegagalan pengujian

• Refrence beam

Pada refrence beam harus memiliki tenaga kuat yang cukup kuat biar tidak bergerak pada pengujian

• Load cell

Peralatan yang digunakan buat dapat mengukur beban actual pada tiang uji secara akurat

• Preassure gauge

Yakni peralatan yang digunakan buat mengendalikan tekanan pada oli yang diberikan pada hyraulic pump dan hydraulic jack

• Dial gauge

Yakni sesuatu peralatan yang di pasang secara horizontal, serta di gunakan buat dapat mengukur besaran defleksi yang terdapat pada tiang kala diberikan beban lateral.

• Stell plate

Digunakan pada permukaan tiang pondasi yang tidak rata, biar tekanan pada hyraulic jack dapat tegak pada permukaan tiang.

Persiapan pengujian

• Persiapan lahan dan tiang uji serta tata metode yang hendak di gunakan dalam pengujian Lateral load test

• Dalam persiapan apabila mengenakan tata metode kentledge, sampai mempersiapkan beban- beban yang hendak digunakan semacam balok beton ataupun benda berat yang 3x lebih besar dari beban uji, apabila mengenakan pile to pile mempersiapkan 2 tiang yang hendak jadi transfer beam serta jumlah plat yang hendak digunakanuntuk mengakomodir jarak.

• Apabila cut of tingkatan terletak pada dasar evaluasi tanah, sampai dicoba nya sesuatu penggalian hingga evaluasi cut of tingkatan tiang uji.

• Sebelum pengujian di mulai, dicoba nya pengetesan pada peralatan uji dengan mengenakan beban dekat 5% dar beban uji

Prosedur Pengujian

Sehabis di lakukan nya persiapan tersebut, prosedur pada pengujian dicoba dengan pembebanan, dimana pembebanan mulai dicoba dan pembacaan dial gauges dicoba sesuai dengan standart, masing- masing pembacaan yang dicoba di catat pada form bacaan yang ada serta dilengkapi dengan bersamaan pada dan waktu secara aktual, apabila digunakan load cell sampai hasil pembacaan beban aktual load cell tercatat pula pada form yang sama ataupun terpisah, sehabis hasil tersebut telah terisi, sampai hasil pengujian dapat di serahkan pada kontraktor buat membaca hasil dari pengujian.

Syarat Pengujian

Pada pengujian tampaknya terdapat sesuatu syarat ataupun batas dalam melakukan pengujian antara lain bagaikan berikut:
1. Terjadinya kehancuran pada tiang pondasi, apabila kehancuran terjalin pembacaan dalam pengujian hendak tidak sesuai, kehancuran pada tiang pondasi berupa mencuat nya retakan pada dekat peralatan dial gauges.
2. Kehancuran pada struktur penahan ataupun beam penyangga
3. Terjadinya defleksi kelewatan hingga melebihi batas yang terlah di tentukan
4. Terjalin Force majeure

Rabu, 22 April 2020

Proses dalam Axial load test

Proses dalam Axial load test
Masing- masing orang pasti tau apa itu pondasi bangunan, pondasi bangunan yakni bagian dari bangunan yang terletak dri dasar sesuatu bangunan, namun meski terletak pada bagian dasar bangunan pondasi bangunan memiliki sesuatu peran berarti dalam bangunan, dan tidak bisa di hiraukan, pembuatan pondasi bangunan tersebut memerlukan sesuatu meterial pondasi yang baik hingga pengujian pada pondasi, sebab pondasi hendak berdampak langsung pada ke utuhan serta keamanan bangunan apabila terjalin guncangan, buat hadapi segala hambatan tersebut diperlukan nya pula kecocokan pondasi terhadap tanah dan sesuatu pengujian kepada pondasi bangunan bernama Statistic Axial Load Test.

Dalam pemasangan pondasi bangunan pada posisi yang hendak di dirikan bangunan, diperlukanya

analisa terhadap tanah, analisa tersebut mengenakan alat- perlengkapan Gr serta pengetahuan mengenai ilmu geoteknik buat mengidentifikasi karakteristik dari tanah pada posisi pembangunan, sehabis mendapatkan informasi/ data mengenai kondisi dan karakteristik dari tanah baru dapat membenarkan kecocokan pondasi pada tanah, alibi mengapa jenis pondasi harus di sesuaikan dengan kondisi tanah pada posisi pembangunan, biar pondasi tersebut tidak mudah hadapi penyusutan akibat pondasi yang tidak sesuai dengan karakteristik pada tanah, pondasi sendiri memiliki jenis di antara lain:

Tiang Pancang( Driven Pile)

Yakni tiang pondasi bangunan dengan bentuk semacam paku yang keras dan terbuat dari beton, Pondasi tiang panceng hendak di gunakan apabila beban dari bangunan sangat berat, ataupun apabila karakteristik dari tanah di permukaan lunak dan mudah hadapi penyusutan hingga tidak kuat menahan berat bangunan.

Tiang Franki( Frangki Pile)

Yakni tiang pondasi yang di cor di posisi, pada bagian ujung dasar tiang di buat lebih besar biar tenaga dukung dari tiang pondasi terus jadi besar dan kuat, tiang pondasi jenis ini biasanya digunakan apabila pada lapisa kedalaman tanah keras yang bermacam- berbagai dan berpasir.

Pondasi tiang bor( bored pile)

Yakni salah satu tiang pondasi dengan berbentuk tabung dan berfungsi buat mengalikan beban pada bangunan pada lapisan tanah keras, pondasi bored pile biasanya pula di sebut dengan pondasi bor.

Sehabis dicoba nya analisa terhadap tanah posisi dan pemasangan tiang pondasi pada posisi, berikutnya dicoba sesuatu pengujian pada tiang pondasi yang telah terpasang, pengujian statistic axial load test baru dapat di laksanakan, pengujian Axial load test tersebut bertujuan buat menguji kekuatan/ tenaga kuat pada pondasi bangunan kala menerima beban, pengujian Axial Load Test dicoba dengan meletakan beban- beban berat pada tiang pondasi yang di uji, beban tersebut biasanya berbentuk balok dan memiliki alterasi berat yang sesuai dengan standart uji yang telah di tentukan, dalam pengujian Axial load test dengan tata cara meletakan beban berat pada atas pondasi yang lagi di uji, beban tersebut ialah beton dan karung berisi pasir, jumlah beban berat tersebut di tentukan sesuai dengan standart uji.

Hasil dari data pengujian tersebut pula digunakan buat melakukan analisa terhadap berapa lama pondasi tersebut dapat bertahan lama, biar dapat melakukan perawatan pada pondasi apabila usia bangunan perlu di pertahankan, pengujian Axial Load Test tersebut mengenakan standart American Society for Testing Material maupun ASTM Designation D1143- 07, buat dapat melaksanakan pengujian Axial Load Test tersebut biasanya di butuhkan sesuatu jasa pengujian

Senin, 20 April 2020

Apa itu Building Automation System?



 Sesuatu bangunan nyatanya memiliki sesuatu fasilitas dalam gedung, fasilitas tersebut ada buat menekan kenyamanan buat pengguna gedung biar mendapatkan kenyamanan buat menghuni bangunan tersebut, pengelolah bangunan tampaknya harus memikirkan kenyamanan pada bangunan biar penghuni dapat merasa nyaman, fasilitas tersebut tampaknya banyak dalam sesuatu gedung, perlu upaya dalam memaksimalkan kinerja fasilitas dalam gedung buat kenyamanan bangunan, biasanya dalam sesuatu bangunan maupun gedung terdapat sesuatu system buat melakukan pengoprasian seluruh fasilitas yang ada secara langsung, system tersebut dinamakan Building Automation System.

Building Automation System dapat melakukan sebagian pengaturan bagaikan berikut:

Melakukan pengaturan pencahayaan sesuai dengan jadwal yang di buat. Melakukan Pemantauan dari kinerja ataupun kehancuran dari fasilitas yang terhubung dengan system tersebut. Dapat melakukan Management dalam fasilias alarm apabila terjalin kehancuran ataupun keadaan emergency Melindungi biar kinerja dari seluruh fasilitas biar maksimal. Dengan begitu pengelolah bangunan/ gedung dapat meringankan bayaran perawatan yang lebih rendah dibandingkan dengan melakukan kontrol fasilitas secara manual. Building Automation System( BAS) Dapat Melakukan Monitoring& Control Aplikasi Dibawah Ini:

HVAC System

HACV Yakni sesuatu system yang di atur dalam pemanas, ventilasi maupun pendingin ruangan yang terdapat pada gedung bangunan, HVAC yakni salah satu system yang di kendalikan oleh BAS.

Lighting Control System

Yakni sesuatu system yang mengatur pencahayaan dalam suatu ruangan, pengaturan cahaya tersebut pula dapat mengatur cahaya dalam posisi tertentu biar sesuai dengan kebutuhan.

Energy Efficiency

Yakni inti dari BAS yakni mengatur mengkonsumsi tenaga tenaga dari bangunan, pemborosan mengkonsumsi tenaga pada sesuatu gedung dapat di kurangi.

Fire Alarm System

Yakni Suatu system yang di buat buat mengenali kebarakan dan terintegrasi dengan BAS, sensor tersebut mengenali panas, cahaya serta temperatur yang dapat mengenali kebarakan dan dapat membunyikan fire alarm secara otomatis.

Access and security

Yakni sesuatu system keamanan yang di buat buat BAS, dengan system tersebut keamanan dapat di kontrol secara langsung.

Nyatanya ada banyak Mengenai lain yang dapat bermanfaat apabila digunakan nya Building Automation system pada pengelolahan bangunan maupun gedung, building automation system dapat terhubung dengan fitur kopmuter yang telah di atur, dan mengendalikan segala fasilitas melalui komputer tersebut.