Minggu, 12 April 2020

Manfaat Dewatering

Manfaat Dewatering

Air Tanah merupakan sebuah air yang berada dalam tanah, dan biasanya juga di manfaatkan oleh manusia, namun dalam sebuah proyek konstruksi ataupun penambangan air tanah merupakan sebuah hambatan, dalam sebuah konstruksi penggalian di butuhkan untuk pembangunan sebuah pondasi dari bangunan tersebut, kedalaman penggalian tersebut tergantung kebutuhan bangunan, semakin besar sebuah bangunan maka semakin dalam pula penggalian tersebut, penggalian tersebut pastinya dapat mengeluarkan air tanah yang dapat menghambat konstruksi, untuk mengurangi volume air tanah tersebut biasanya di lakukan sebuah proses dewatering yang berguna untuk mengeringkan/membuang air tanah tersebut, dalam melaksanakan proses Dewatering diperlukan nya sebuah perencanaan dengan baik agar dapat dilakukan dengan baik dan tidak ada hambatan/gangguan, karena bila tidak di rencanakan dengan dapat merugikan lokasi konstruksi, hingga dapat memberhentikan pembangunan.
Dalam pelaksaan Dewatering, biasanya nya dikenal dengan proses kontrol air tanah, tujuan dari proses dewatering merupakan pengendalian air dalam tanah:

  • Untuk mencegah terjadinya penggalian pada tanah ataupun batuan dalam tanah yang mengandung air.
  • Melakukan kontrol terhadap air pada lereng  samping pembangunan agar tetap stabil, mencegah terjadinya longsor/Erosi pada sekitar penggalian.
  • Untuk mengurangi beban hidrostatik pada struktur penahan galian seperti dinding diafragma yang disangga.

Dalam proses dewatering, terdapat beberapa metode yang biasanya di gunakan pada pembangunan untuk mengeluarkan air tanah yang menghambat pembangunan, di antaranya:

  • Metode Predainage

Merupakan Metode dengan cara menurunkan muka air, sebelum melakukan penggalian, metode predainage sebuah metode cocok di gunakan pada tanah yang memiliki karakteristik cadas lunak memiliki cela dan tanah berbutir seragam, metode  predainage sendiri biasanya digunakan pada area yang memiliki saluran pembuangan air, yang dapat mengeluarkan air dalam jumlah debit besar, metode ini memerlukan waktu lama dalam persiapan dan proses nya, karena dibutuhkan nya pengeboran. 
  • Metode Pumping


Sebuah metode dari Dewatering yang biasanya di gunakan pada tanah berkarakteristik keras, bergradasi baik dan subur, metode pumping merupakan metode dengan cara mengumpulkan air pada satu titik lalu di pompa keluar menggunakan pompa, metode pumping tidak memerlukan waktu banyak dalam persiapan nya, sebab tidak di lakukan pengeboran, hanya pekerjaan penyambungan pipa pada lubang penampungan air.
  •  Metode Cutoff


Cut off merupakan dari metode dewatering yang memerlukan dana yang cukup besar, dalam metode cut off merupakan dilakukan nya pembuatan dinding pembatas pada sekitar lokasi konstruksi,  agar tidak mengeluarkan air tanah, pembuatan dinding tersebut lah yang memerlukan biasa cukup besar, namun metode cutoff merupakan metode yang paling baik terhadap tanah karena tidak dilakukan nya eksploitasi air tanah secara berlebihan.


Sebelum proses dewatering tersebut dilakukan perlu di siapkan secara baik-baik hal yang perlu di siapkan yaitu analisa terhadap air tanah yang terdapat pada lokasi pembangunan, agar dapat mengetahui metode yang cocok dalam pelaksanaan proses dewtering tersebut, apabila metode dan tanah tidak cocok akan dapat menimbulkan rembesan air yang membuat banjir area sekitar konstruksi, Selain itu dewatering merupakan proses pengeluaran air tanah pada dalam tanah, exploitasi terhadap air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan penurunan tanah pada sekitar lokasi yang dapat berdampak pada pembangunan, untuk mencegah terjadinya hal tersebut proses pemompaan air pada lokasi harus di perhatikan dengan baik.

PT Testindo merupakan Perusahaan swasta yang bergerak dalam Monitoring & Measurement di Indonesia, Membuka jasa dewatering yang ramah terhadap lingkungan dan akan di kerjakan oleh professional hingga dapat menghasilkan hasil yang baik, untuk melakukan pemesanan jasa dewatering dapat menghubungi PT Testindo melalui nomor: 0822-5870-6420 ataupun dapat menghubungi melalui Email: sales@testindo.com



Minggu, 29 Maret 2020

Memahami Dewatering



Dewatering merupakan definisi dari pembuangan air.Konstruksi dewatering biasanya disebut sebagai dewatering, unwatering, atau kontrol air. hal memerlukan pemompaan dari sumur atau genangan ke tingkat air tanah yang lebih rendah sementara, untuk memungkinkan penggalian dilakukan dalam kondisi kering dan stabil di bawah permukaan air tanah alami.

Dalam pengolahan air limbah, pengeringan adalah bagian dari proses di mana lumpur dikurangi volumenya dan diubah dari cairan menjadi produk padat. Pengeringan biosolid biasanya terjadi ketika biaya transportasi dan penyimpanan untuk volume yang besar dapat dikurangi atau ketika material diperuntukkan bagi tempat pembuangan akhir. Proses dewatering biosolids tidak hanya mempengaruhi volume tetapi juga tingkat nutrisi dan bau bahan.

Teknik Dewatering
Centrifuge: Centrifuge bekerja serupa dengan mesin cuci front loading. Tindakan pemintalan menyebabkan pemisahan air dari padatan. Proses ini biasanya membutuhkan input daya besar dan penambahan polimer. Sistem ini bekerja paling baik dengan lumpur yang konsisten atau lumpur umpan dan menyediakan produk yang dikeringkan antara 16-35% padatan.

Belt press: Jika centrifuge dapat dibandingkan dengan mesin cuci front loading maka belt press dapat dibandingkan dengan pemeras pada mesin cuci lama. Metode pemisahan terutama diperoleh dengan melewatkan kain atau sabuk penyaringan melalui sistem penggulung. Sistem mengambil lumpur atau lumpur sebagai umpan, dan memisahkannya menjadi filtrat dan produk yang dikeringkan antara 12-35% padatan.

Geo-tekstil: Kain permeabel berkekuatan tinggi ditenun menjadi tas dewatering yang dapat diisi dengan bubur. Air meresap dari kantong dewatering melalui pori-pori kecil di geo-tekstil menghasilkan dewatering efektif dan pengurangan volume bahan padat yang terkandung. Meskipun agak lebih lambat daripada pilihan pengeringan mekanis, pengeringan geo-tekstil merupakan pilihan pengeringan yang sangat baik, mengurangi biaya, dan input energi. Metode ini dapat menghasilkan bahan dari 15-45% padatan.

Rotary Vacuum: Metode dewatering ini melibatkan pengisapan cairan melalui filter. Karena filter itu sendiri dapat diubah tergantung pada kebutuhan proyek, tingkat penangkapan padatan sangat tinggi. Bahan dapat disaring hingga 0,5 mikron menghasilkan kualitas limbah yang tak tertandingi. Proses ini sementara lebih lambat daripada opsi dewatering mekanis lainnya menyediakan material dengan 20-45% padatan.
Dewatering dan Pengelolaan Limbah
Dewatering digunakan oleh pabrik pengolahan air limbah besar untuk memisahkan lumpur menjadi cair dan padat. Metode prinsip dalam air limbah adalah pengepres sabuk dan sentrifugal. Sistem ini adalah perawatan yang tinggi dan membutuhkan pengawasan dan pelatihan operator tingkat tinggi. Mereka biasanya hanya diterapkan pada fasilitas yang lebih besar dan tidak efisien biaya untuk digunakan dalam skala kecil. Ini hanya satu bagian dari proses air limbah menjadi air yang diolah dan biosolid. Perawatan primer sangat penting sebelum pengeringan. Filtrat atau cairan sentrat yang dipisahkan selama proses pengeringan juga harus diperlakukan. Ini biasanya melibatkan sirkulasi ke kantor pusat dari pabrik pengolahan air limbah.

PTTestindo adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang monitoring & Measurement Indonesia, menerima jasa Dewatering yang dilakukan oleh orang-orang professional dalam bidang dewatering, yang dapat menghasilkan hasil yang maksimal dan tidak merusak lingkungan,untuk mengetahui ataupun informasi mengenai jasa dewatering dapat menghubungi PT Testindo melalui nomor:  0822-5870-6420 atau melalui Email : sales@testindo.com