Selasa, 12 Mei 2020

Proses dalam Vibration Monitoring


Pemantauan getaran mengenakan vibration monitoring, pada mesin putar pada industri yang bersumber pada ROI( Return On Investment) dapat dicoba dengam mudah dan jadi pemecahan dikala saat sebelum terjadinya kehancuran pada mesin industri, sebab pembiayaan melakukan vibration monitoring lebih murah dibandingkan perbaikan mesin secara keseluruhan ataupun penggantian mesin industri baru, Dalam Vibrasion Monitoring biasanya terdapat sebagian sensor antara lain:

Accelerometer

Accelerometer yakni sensor buat melakukan pengukuran getaran pada tutup ataupun cap dari bantalan.

Proximity Probe

Proximity probe sesuatu sensor yang digunakan buat melakukan pengukuran setiap hari ataupun smooth bore bearing dimana sesuatu poros dapat diperoleh buat bisa menggerakan bearing bore.

Dalam Vibration monitoring sensor tersebut dapat melakukan memonitoring pada rotating equipment pada sesuatu mesin yakni: pumps, motors, compressors, centrifuges, turbines, generators, gear boxes, fans, blowers, chillers, dll instalasi pada Vibration monitoring dengan tata cara memasangkan sensor pada critical bearing, data dari sensor tersebut hendak ditransfer pada komputer istimewa/ komputer vibration monitoring, dari data yang dihasilkan oleh sensor nantinya hendak menghasilkan tingkatan peringatan maupun tingkatan bahaya pada mesin yang lagi diuji, pada tingkatan peringatan diperlukan nya perawatan pada mesin apabila pada tingkatan berbahaya peralatan diperlukanya pengantian part dari mesin. 

Proses pengujian Lateral load test



Pada suatu bangunan perencanaan pembangunan yakni bagian berarti sebelu pembangunan dalam rencana tersebut, terdapat sesuatu perencanaan mengenai pondasi, pondasi hendak bekerja dengan baik apabila beban yang di terima oleh pondasi hendak di teruskan dari pondasi ke tanah dan tidak melebih batas kekuatan tanah, apabila melebihi batas kekuatan tanah yang di lampaui penyusutan tanah hingga perpindahan tanah terjalin hendak memunculkan kehancuran pada konstruksi yang terletak pada atas pondasi, buat itu perlunya melakukan analisa terhadap tenaga dukung lateral buat dapat mengukur defleksi yang terjalin akibat beban lateral, buat dapat melakukan analisa diperlukan nya sesuatu pengujian lateral load test yang sesuai dengan standart ASTM D3966- 07( Standard Test Methods For Deep Foundations Under Lateral Load)
Pengujian lateral yang di lakukan pada tiang pondasi dapat di lakukan dengan 2 tata metode yang biasanya di lakukan pada tiang pondasi, yakni:

  • Pile to pile mothod
Yakni sesuatu tata metode yang memakai tiang pada dekat bagaikan penahan buat dapat memberikan beban horizontal pada tiang uji.
  • Kentledge method
Yakni tata metode yang mengenakan benda mati berupa beton, dinding maupun pula benda apapun yang dapat menahan gaya literal.

Dalam pengujian Lateral load test diperlukanya alat- perlengkapan pengujian yang sesuai dengan standart pengujian serta di oprasikan oleh seorang yang telah profesional dalam pengujian, peralatan tersebut meliputi:

• Hydraulic Jack

Harus memiliki kapasitas yang sama ataupun lebih dari beban yang hendak di uji.

• Hydraulic pump

Yakni kesatuan dari peralatan hyraulic jack

• Transfer beam

Transfer beam harus memiliki tenaga kuat yang sesuai biar tidak terjalin kegagalan pengujian

• Refrence beam

Pada refrence beam harus memiliki tenaga kuat yang cukup kuat biar tidak bergerak pada pengujian

• Load cell

Peralatan yang digunakan buat dapat mengukur beban actual pada tiang uji secara akurat

• Preassure gauge

Yakni peralatan yang digunakan buat mengendalikan tekanan pada oli yang diberikan pada hyraulic pump dan hydraulic jack

• Dial gauge

Yakni sesuatu peralatan yang di pasang secara horizontal, serta di gunakan buat dapat mengukur besaran defleksi yang terdapat pada tiang kala diberikan beban lateral.

• Stell plate

Digunakan pada permukaan tiang pondasi yang tidak rata, biar tekanan pada hyraulic jack dapat tegak pada permukaan tiang.

Persiapan pengujian

• Persiapan lahan dan tiang uji serta tata metode yang hendak di gunakan dalam pengujian Lateral load test

• Dalam persiapan apabila mengenakan tata metode kentledge, sampai mempersiapkan beban- beban yang hendak digunakan semacam balok beton ataupun benda berat yang 3x lebih besar dari beban uji, apabila mengenakan pile to pile mempersiapkan 2 tiang yang hendak jadi transfer beam serta jumlah plat yang hendak digunakanuntuk mengakomodir jarak.

• Apabila cut of tingkatan terletak pada dasar evaluasi tanah, sampai dicoba nya sesuatu penggalian hingga evaluasi cut of tingkatan tiang uji.

• Sebelum pengujian di mulai, dicoba nya pengetesan pada peralatan uji dengan mengenakan beban dekat 5% dar beban uji

Prosedur Pengujian

Sehabis di lakukan nya persiapan tersebut, prosedur pada pengujian dicoba dengan pembebanan, dimana pembebanan mulai dicoba dan pembacaan dial gauges dicoba sesuai dengan standart, masing- masing pembacaan yang dicoba di catat pada form bacaan yang ada serta dilengkapi dengan bersamaan pada dan waktu secara aktual, apabila digunakan load cell sampai hasil pembacaan beban aktual load cell tercatat pula pada form yang sama ataupun terpisah, sehabis hasil tersebut telah terisi, sampai hasil pengujian dapat di serahkan pada kontraktor buat membaca hasil dari pengujian.

Syarat Pengujian

Pada pengujian tampaknya terdapat sesuatu syarat ataupun batas dalam melakukan pengujian antara lain bagaikan berikut:
1. Terjadinya kehancuran pada tiang pondasi, apabila kehancuran terjalin pembacaan dalam pengujian hendak tidak sesuai, kehancuran pada tiang pondasi berupa mencuat nya retakan pada dekat peralatan dial gauges.
2. Kehancuran pada struktur penahan ataupun beam penyangga
3. Terjadinya defleksi kelewatan hingga melebihi batas yang terlah di tentukan
4. Terjalin Force majeure

Rabu, 22 April 2020

Proses dalam Axial load test

Proses dalam Axial load test
Masing- masing orang pasti tau apa itu pondasi bangunan, pondasi bangunan yakni bagian dari bangunan yang terletak dri dasar sesuatu bangunan, namun meski terletak pada bagian dasar bangunan pondasi bangunan memiliki sesuatu peran berarti dalam bangunan, dan tidak bisa di hiraukan, pembuatan pondasi bangunan tersebut memerlukan sesuatu meterial pondasi yang baik hingga pengujian pada pondasi, sebab pondasi hendak berdampak langsung pada ke utuhan serta keamanan bangunan apabila terjalin guncangan, buat hadapi segala hambatan tersebut diperlukan nya pula kecocokan pondasi terhadap tanah dan sesuatu pengujian kepada pondasi bangunan bernama Statistic Axial Load Test.

Dalam pemasangan pondasi bangunan pada posisi yang hendak di dirikan bangunan, diperlukanya

analisa terhadap tanah, analisa tersebut mengenakan alat- perlengkapan Gr serta pengetahuan mengenai ilmu geoteknik buat mengidentifikasi karakteristik dari tanah pada posisi pembangunan, sehabis mendapatkan informasi/ data mengenai kondisi dan karakteristik dari tanah baru dapat membenarkan kecocokan pondasi pada tanah, alibi mengapa jenis pondasi harus di sesuaikan dengan kondisi tanah pada posisi pembangunan, biar pondasi tersebut tidak mudah hadapi penyusutan akibat pondasi yang tidak sesuai dengan karakteristik pada tanah, pondasi sendiri memiliki jenis di antara lain:

Tiang Pancang( Driven Pile)

Yakni tiang pondasi bangunan dengan bentuk semacam paku yang keras dan terbuat dari beton, Pondasi tiang panceng hendak di gunakan apabila beban dari bangunan sangat berat, ataupun apabila karakteristik dari tanah di permukaan lunak dan mudah hadapi penyusutan hingga tidak kuat menahan berat bangunan.

Tiang Franki( Frangki Pile)

Yakni tiang pondasi yang di cor di posisi, pada bagian ujung dasar tiang di buat lebih besar biar tenaga dukung dari tiang pondasi terus jadi besar dan kuat, tiang pondasi jenis ini biasanya digunakan apabila pada lapisa kedalaman tanah keras yang bermacam- berbagai dan berpasir.

Pondasi tiang bor( bored pile)

Yakni salah satu tiang pondasi dengan berbentuk tabung dan berfungsi buat mengalikan beban pada bangunan pada lapisan tanah keras, pondasi bored pile biasanya pula di sebut dengan pondasi bor.

Sehabis dicoba nya analisa terhadap tanah posisi dan pemasangan tiang pondasi pada posisi, berikutnya dicoba sesuatu pengujian pada tiang pondasi yang telah terpasang, pengujian statistic axial load test baru dapat di laksanakan, pengujian Axial load test tersebut bertujuan buat menguji kekuatan/ tenaga kuat pada pondasi bangunan kala menerima beban, pengujian Axial Load Test dicoba dengan meletakan beban- beban berat pada tiang pondasi yang di uji, beban tersebut biasanya berbentuk balok dan memiliki alterasi berat yang sesuai dengan standart uji yang telah di tentukan, dalam pengujian Axial load test dengan tata cara meletakan beban berat pada atas pondasi yang lagi di uji, beban tersebut ialah beton dan karung berisi pasir, jumlah beban berat tersebut di tentukan sesuai dengan standart uji.

Hasil dari data pengujian tersebut pula digunakan buat melakukan analisa terhadap berapa lama pondasi tersebut dapat bertahan lama, biar dapat melakukan perawatan pada pondasi apabila usia bangunan perlu di pertahankan, pengujian Axial Load Test tersebut mengenakan standart American Society for Testing Material maupun ASTM Designation D1143- 07, buat dapat melaksanakan pengujian Axial Load Test tersebut biasanya di butuhkan sesuatu jasa pengujian

Senin, 20 April 2020

Apa itu Building Automation System?



 Sesuatu bangunan nyatanya memiliki sesuatu fasilitas dalam gedung, fasilitas tersebut ada buat menekan kenyamanan buat pengguna gedung biar mendapatkan kenyamanan buat menghuni bangunan tersebut, pengelolah bangunan tampaknya harus memikirkan kenyamanan pada bangunan biar penghuni dapat merasa nyaman, fasilitas tersebut tampaknya banyak dalam sesuatu gedung, perlu upaya dalam memaksimalkan kinerja fasilitas dalam gedung buat kenyamanan bangunan, biasanya dalam sesuatu bangunan maupun gedung terdapat sesuatu system buat melakukan pengoprasian seluruh fasilitas yang ada secara langsung, system tersebut dinamakan Building Automation System.

Building Automation System dapat melakukan sebagian pengaturan bagaikan berikut:

Melakukan pengaturan pencahayaan sesuai dengan jadwal yang di buat. Melakukan Pemantauan dari kinerja ataupun kehancuran dari fasilitas yang terhubung dengan system tersebut. Dapat melakukan Management dalam fasilias alarm apabila terjalin kehancuran ataupun keadaan emergency Melindungi biar kinerja dari seluruh fasilitas biar maksimal. Dengan begitu pengelolah bangunan/ gedung dapat meringankan bayaran perawatan yang lebih rendah dibandingkan dengan melakukan kontrol fasilitas secara manual. Building Automation System( BAS) Dapat Melakukan Monitoring& Control Aplikasi Dibawah Ini:

HVAC System

HACV Yakni sesuatu system yang di atur dalam pemanas, ventilasi maupun pendingin ruangan yang terdapat pada gedung bangunan, HVAC yakni salah satu system yang di kendalikan oleh BAS.

Lighting Control System

Yakni sesuatu system yang mengatur pencahayaan dalam suatu ruangan, pengaturan cahaya tersebut pula dapat mengatur cahaya dalam posisi tertentu biar sesuai dengan kebutuhan.

Energy Efficiency

Yakni inti dari BAS yakni mengatur mengkonsumsi tenaga tenaga dari bangunan, pemborosan mengkonsumsi tenaga pada sesuatu gedung dapat di kurangi.

Fire Alarm System

Yakni Suatu system yang di buat buat mengenali kebarakan dan terintegrasi dengan BAS, sensor tersebut mengenali panas, cahaya serta temperatur yang dapat mengenali kebarakan dan dapat membunyikan fire alarm secara otomatis.

Access and security

Yakni sesuatu system keamanan yang di buat buat BAS, dengan system tersebut keamanan dapat di kontrol secara langsung.

Nyatanya ada banyak Mengenai lain yang dapat bermanfaat apabila digunakan nya Building Automation system pada pengelolahan bangunan maupun gedung, building automation system dapat terhubung dengan fitur kopmuter yang telah di atur, dan mengendalikan segala fasilitas melalui komputer tersebut.

Tujuan dari PDA Test

Tujuan dari PDA Test
Bangunan yang kuat tampaknya memiliki sesuatu pondasi yang baik, pondasi sendiri yakni bagian dasar dari sesuatu bangunan yang berguna buat menahan beban berat dari bangunan tersebut, tidak cuma itu material dari pondasi tersebut pula harus memiliki tenaga kuat buat menahan beban tersebut, pondasi bangunan biasanya terbuat dari beton, sebab beton sendiri memiliki karakteristik keras dan tenaga tahan yang kuat hingga tidak mudah hadapi kehancuran, beton bagaikan pondasi nyatanya harus melalui proses pengujian terlebih dahulu, pengujian tersebut bernama PDA Test maupun biasanya diucap dengan( Pile Dynamic Load Test) yakni sesuatu pengujian mengenakan wave analisis maupun dengan re- strike test yang sesuai pada pengujian, yakni mengenakan pemukulan mengenakan hammer secara terus menerus pada beton pondasi yang di uji, pengujian PDA biasanya di lakukan oleh profesional ataupun bisa mengenakan layanan jasa PDA Test.

Tujuan dari pelaksaanaan pengujian PDA yakni buat:

Melakukan analisa dari tenaga dukung beton pondasi terhadap bangunan buat dapat mendapatkan data mengenai:

  • Analisa dari tenaga dukung pondasi beton kepada tanah
  • Keutuhan maupun analisa dari integritas tiang yang di uji
  • Efisiensi dari kekuatan yang di lalui hammer kepada pondasi

Bersumber pada tujuan dari pengujian PDA tersebut, pengujian PDA bermanfaat buat ketahan bangunan terhadap hambatan yang hendak di alaminya nanti semacam guncangan ataupun penyusutan lapisan permukaan tanah, buat itu wajib nya di lakukan pda pada masing- masing bangunan disaat mendirikan sesuatu pondasi yang baik mengenakan PDA test, buat penjelasan pengujian tersebut berarti dan tampaknya jadi wajib buat seorang yang hendak membangun sesuatu bangunan biar dapat bertahan lama hadapi guncangan serta usia dari bangunan hendak lebih efektif di gunakan/ dapat bertahan lama.

Dalam pengujian terhadap Pondasi beton tersebut membutuhkan alat- perlengkapan istimewa di antara lain:

  • Fitur Komputer PDA khusus
  • Sensor Tranducer
  • Sensor Accelerometer
  • Kabel Extension Sensor
  • Main Cable
  • Wireless Connector
  • Pelindung sensor
  • Sebagian Peralatan pendukung Pengujian Lain nya

Sehabis peralatan di persiapkan setelah itu di dicoba pemasangan Sensor kepada tiang yang hendak di uji, dalam waktu pemasangan tersebut dipasangkan tranducer serta accelerometer posisi dalam pemasangan harus di perhatikan hingga biar pengaruh pada kelentingan pondasi beton dapat di kurangi. Setelah itu sensor tersebut diletakan pada perhitungan 1, 5X Diameter pada kepala tiang uji, pemasangan sensor harus di sesuaikan pada kondisi di tiang pada posisi pengujian, yaitu

Tiang pondasi dengan besar diameter Kurang dari 1000mm sampai mengenakan 2 accelerometer, 2 transducer dan 1 main cable.Tiang pondasi diameter lebih dari 1000mm hendak mengenakan 4 accelerometer dan 4 transducer serta 2 main cable.

Sehabis segala persiapan telah di lakukan, proses PDA dilanjutkan pada pengambilan data pada PDA Test melalui peralatan sensor yang telah di taruh, data tersebut di peroleh kala pemukulan pada tiang pancang yang hendak di mulai hingga mencapai pada titik pemukulan maupun jumlah pukulan yang telah di tetapkan.

Dalam mengkonsumsi hammer tersebut hammer di settin/ diatur pada jumlah pemukulan yang telah di tetapkan, pada perencanaan proses PDA, pada disaat proses di mulai hammer yan telah di setting/ atur hendak di jatuhkan pada ketinggian 50cm hingga 100cm, apabila pengambilan data dari PDA telah terpenuhi pengujian dapat di hentikan ataupun terjalin kehancuran pada tiang pondasi yang lagi dalam pengujian berupa retakan ataupun lenyap, hendak lekas di hentikan.

Bersumber pada proses pengujian tiang pondasi tersebut pula dapat meyakinkan seberapa kuat tiang pondasi pada bangunan yang hendak di dirikan sampai dari itu berarti nya proses PDA wajib di lakukan, pengujian PDA dapat di lakukan melalui jasa PDA Test oleh PT Testindo , PT Testindo merupaan industri monitoring dan control system yang sajikan Jasa PDA test yang di dukung oleh profesional dan berpengalaman dalam bidang Pengujian Pile, buat informasi lebih lanjut dapat menghubungi PT Testindo pada: 021 29563045 maupun dapat melalui Email: sales@testindo. com 

Kamis, 16 April 2020

Manfaat Kalibrasi

Manfaat Kalibrasi
Dalam dunia industri ataupun pembangunan, nyatanya tidak jauh dari sesuatu proses pengukuran yang di perlukan buat mengukur suatu semacam kehancuran pada bagunan maupun lain nya, pengukuran tersebut wajib memakai perlengkapan Instrument yang ialah perlengkapan buat melaksanakan Instrumentasi, baik dari pengukuran ataupun proses pengorolan, yang bisa menciptakan informasi buat di jalani analisa. Dalam Dunia industri banyak nya pemakaian alat instrument dan sensor buat mengukur, serta menganalisa bermacam berbagai objek barang berkaitan dengan industri, seluruh instrument yang terdapat memerlukan pengukuran yang jadi standarisasi yang sudah di tentukan, penyesuaian standart perlengkapan ukur umumnya di sebut dengan kalibrasi, serta bisa dicoba dengan memakai Jasa Kalibrasi.


Kalibrasi merupakan aktivitas yang memastikan kebenaran pada
nilai yang diperuntukan pada perlengkapan instrument dengan metode menyamakan hasil dari nilai tersebut dengan standart ukur yang sudah di tetapkan oleh internasional serta bahan- bahan lain yang memanglah jadi acuan pada standarisasi perlengkapan ukur/ instrument.
Berarti nya melaksanakan kalibrasi pada instrument maupun sensor perlunya di pahami, apabila melaksanakan suatu pengujian dengan memakai instrument yang tidak sempat maupun tidak sering melaksanakan kalibrasi hendak bisa memunculkan kesalahan informasi yang di hasilkan oleh instrument yang dapat jadi membahayakan untuk warga. proses tersebut sendiri bertujuan buat:

-) Bisa kembali memastikan kelayakan perlengkapan ukur serta sensor yang di pakai.
-) Membenarkan hasil yang di peroleh cocok dengan standart yang sudah di tetapkan.
-) Melaksanakan analisa, melaksanakan analisa pada tiap keakuratan perlengkapan ukur tersebut supaya bisa di perbaiki.
-) Mengetahui besaran nilai dari kesalahan konvensional dari hasil pengukuran pada instrument.

Kegunaan lain yang di bisa dari Kalibrasi
-) Memperpanjang umur perlengkapan instrument, nilai pada perlengkapan ukur hendak senantiasa cocok semacam spesifikasi dini.
-) Bisa mengenali perbandingan nilai yang benar dengan nilai yang tidak normal pada perlengkapan ukur.
-) Bisa tingkatkan kredibilitas industri.
-) Kurangi penarikan produk yang cocok dengan standart pengukuran.

Metode kerja proses kalibrasi ialah menetapkan standart pengukuran yang mengacu pada standart internasional, kemudian menetapkan nilai pada objek ukur pada perlengkapan instrument, serta memastikan nilai dari nilai penyimpangan, secara garis besar kalibrasi ialah sesuatu proses yang di jalani buat membiasakan perlengkapan instrument/ perlengkapan ukur sehingga cocok dengan standart internasional, sehinga dikala perlengkapan instrument melaksanakan pengukuran pada sesuatu object, nilai dari perlengkapan instrument membuktikan hasil yang akurat serta tidak hadapi kendala.

Dalam melaksanakan kalibrasi ataupun proses kalibrasi, seseorang yang berpengalaman menanggulangi alat- alat instrument ataupun perlengkapan uji buat di lakukanya kalibrasi, PT Testindo sediakan jasa kalibrasi perlengkapan ukur bersertifikat serta terbukti, data buat layanan jasa kalibrasi bisa menghubungi No telepon: 021 29563045/ WA: 081399291909 ataupun Email: sales@testindo. com 

Memahami Proses Pengujian Dalam NDT

Memahami Proses Pengujian Dalam NDT

NDT (Pengujian non-destruktif) biasa digunakan untuk memeriksa integritas bahan dan komponen peralatan tekanan. Aplikasi utama adalah pelat, tempa, coran, dan lasan.Pengujian non-destruktif digunakan dalam inspeksi pabrikan dan in-service untuk memastikan integritas dan keandalan produk, prosedur pabrikasi dipantau, biaya produksi dikurangi dan tingkat kualitas dipertahankan. NDT digunakan selama konstruksi untuk memastikan kualitas bahan dan proses bergabung selama fase pembuatan dan ereksi, dan inspeksi NDT dalam layanan digunakan untuk memastikan bahwa produk yang digunakan terus memiliki integritas yang diperlukan untuk memastikan utilitas dan keamanan publik mereka.
Lima metode pengujian yang paling sering digunakan adalah:
• Pemeriksaan visual
• Pengujian penetran pewarna (DP)
• Pengujian partikel magnetik (MP)
• Pengujian ultrasonik (UT)
• Pengujian radiografi (RT)
Jenis teknik NDT:
Pemeriksaan visual:
Pengujian visual adalah metode pengujian yang paling sering digunakan di industri. Karena sebagian besar teknik pengujian mengharuskan operator untuk melihat permukaan bagian yang diinspeksi, inspeksi visual adalah intrinsik dalam sebagian besar teknik pengujian lainnya. Pemeriksaan visual tertutup dapat mengungkapkan retakan permukaan dan cacat sekitar 0,1 mm ke atas. Ini lebih besar dari ukuran retak kritis untuk sebagian besar bahan besi. Inspeksi VT dapat dilakukan dengan melihat langsung, menggunakan garis pandang, atau ditingkatkan dengan menggunakan alat optik seperti lensa, cermin, boroskop, CCD dan sistem tampilan berbantuan komputer.
Pengujian penetran pewarna (DP):
Ini adalah teknik visual yang disempurnakan menggunakan tiga aerosol, pembersih (bening), penetran (merah), dan pengembang (putih). Cacat permukaan muncul sebagai garis merah tipis.

Standar yang berguna:
• ASTM E 165: 1982: Pemeriksaan penetrasi zat pewarna.
• BS EN 571–1: 1997: Pengujian Penetrant - prinsip umum.
• BS EN 1289: 1998: Pengujian lasan Penetrant - tingkat penerimaan.
• BS EN ISO 3452–4: 1999: pengujian penetran NDT - peralatan.
Pengujian partikel magnetik (MP):
Ini bekerja dengan melewati kain fluks magnetik sambil menyemprotkan tinta magnetik pada permukaan. Celah udara dalam cacat permukaan menciptakan diskontinuitas menarik tinta di lapangan, sehingga membuat retakan terlihat.
  
Karena garis fluks magnetik tidak bergerak dengan baik di udara, partikel-partikel akan dibawa ke dalam diskontinuitas ketika partikel feromagnetik berwarna sangat halus ("partikel magnetik") diterapkan pada permukaan bagian, mengurangi celah udara dan menghasilkan tanda yang terlihat pada permukaan bagian.
Pengujian ultrasonik (UT):
Berbagai praktik digunakan untuk pelat, tempa, coran, dan lasan. Teknik yang paling umum adalah metode 'A-scope pulse-echo'.
Suara dimasukkan ke bagian menggunakan transduser ultrasonik ("penyelidikan") yang mengubah impuls listrik dari mesin UT menjadi gelombang suara, kemudian mengubah kembali suara menjadi impuls listrik yang dapat ditampilkan pada layar digital atau LCD (pada mesin yang lebih tua, layar CRT) sebagai representasi visual.
Pengujian radiografi (RT):
Radiografi banyak digunakan untuk NDT komponen peralatan tekanan dan lasan. Radiografi industri termasuk memaparkan benda uji terhadap penetrasi radiasi sehingga radiasi bergerak melalui benda yang sedang diperiksa dan media perekaman diposisikan di sisi sebaliknya dari benda yang diperiksa. Sinar-X efektif pada baja hingga ketebalan sekitar 150 mm. Sinar gamma (γ) juga dapat digunakan untuk ketebalan 50-150 mm, tetapi definisi tidak sebagus dengan sinar-X.

Minggu, 12 April 2020

Manfaat Dewatering

Manfaat Dewatering

Air Tanah merupakan sebuah air yang berada dalam tanah, dan biasanya juga di manfaatkan oleh manusia, namun dalam sebuah proyek konstruksi ataupun penambangan air tanah merupakan sebuah hambatan, dalam sebuah konstruksi penggalian di butuhkan untuk pembangunan sebuah pondasi dari bangunan tersebut, kedalaman penggalian tersebut tergantung kebutuhan bangunan, semakin besar sebuah bangunan maka semakin dalam pula penggalian tersebut, penggalian tersebut pastinya dapat mengeluarkan air tanah yang dapat menghambat konstruksi, untuk mengurangi volume air tanah tersebut biasanya di lakukan sebuah proses dewatering yang berguna untuk mengeringkan/membuang air tanah tersebut, dalam melaksanakan proses Dewatering diperlukan nya sebuah perencanaan dengan baik agar dapat dilakukan dengan baik dan tidak ada hambatan/gangguan, karena bila tidak di rencanakan dengan dapat merugikan lokasi konstruksi, hingga dapat memberhentikan pembangunan.
Dalam pelaksaan Dewatering, biasanya nya dikenal dengan proses kontrol air tanah, tujuan dari proses dewatering merupakan pengendalian air dalam tanah:

  • Untuk mencegah terjadinya penggalian pada tanah ataupun batuan dalam tanah yang mengandung air.
  • Melakukan kontrol terhadap air pada lereng  samping pembangunan agar tetap stabil, mencegah terjadinya longsor/Erosi pada sekitar penggalian.
  • Untuk mengurangi beban hidrostatik pada struktur penahan galian seperti dinding diafragma yang disangga.

Dalam proses dewatering, terdapat beberapa metode yang biasanya di gunakan pada pembangunan untuk mengeluarkan air tanah yang menghambat pembangunan, di antaranya:

  • Metode Predainage

Merupakan Metode dengan cara menurunkan muka air, sebelum melakukan penggalian, metode predainage sebuah metode cocok di gunakan pada tanah yang memiliki karakteristik cadas lunak memiliki cela dan tanah berbutir seragam, metode  predainage sendiri biasanya digunakan pada area yang memiliki saluran pembuangan air, yang dapat mengeluarkan air dalam jumlah debit besar, metode ini memerlukan waktu lama dalam persiapan dan proses nya, karena dibutuhkan nya pengeboran. 
  • Metode Pumping


Sebuah metode dari Dewatering yang biasanya di gunakan pada tanah berkarakteristik keras, bergradasi baik dan subur, metode pumping merupakan metode dengan cara mengumpulkan air pada satu titik lalu di pompa keluar menggunakan pompa, metode pumping tidak memerlukan waktu banyak dalam persiapan nya, sebab tidak di lakukan pengeboran, hanya pekerjaan penyambungan pipa pada lubang penampungan air.
  •  Metode Cutoff


Cut off merupakan dari metode dewatering yang memerlukan dana yang cukup besar, dalam metode cut off merupakan dilakukan nya pembuatan dinding pembatas pada sekitar lokasi konstruksi,  agar tidak mengeluarkan air tanah, pembuatan dinding tersebut lah yang memerlukan biasa cukup besar, namun metode cutoff merupakan metode yang paling baik terhadap tanah karena tidak dilakukan nya eksploitasi air tanah secara berlebihan.


Sebelum proses dewatering tersebut dilakukan perlu di siapkan secara baik-baik hal yang perlu di siapkan yaitu analisa terhadap air tanah yang terdapat pada lokasi pembangunan, agar dapat mengetahui metode yang cocok dalam pelaksanaan proses dewtering tersebut, apabila metode dan tanah tidak cocok akan dapat menimbulkan rembesan air yang membuat banjir area sekitar konstruksi, Selain itu dewatering merupakan proses pengeluaran air tanah pada dalam tanah, exploitasi terhadap air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan penurunan tanah pada sekitar lokasi yang dapat berdampak pada pembangunan, untuk mencegah terjadinya hal tersebut proses pemompaan air pada lokasi harus di perhatikan dengan baik.

PT Testindo merupakan Perusahaan swasta yang bergerak dalam Monitoring & Measurement di Indonesia, Membuka jasa dewatering yang ramah terhadap lingkungan dan akan di kerjakan oleh professional hingga dapat menghasilkan hasil yang baik, untuk melakukan pemesanan jasa dewatering dapat menghubungi PT Testindo melalui nomor: 0822-5870-6420 ataupun dapat menghubungi melalui Email: sales@testindo.com



Fungsi Audit struktur bangunan




Indonesia adalah negara yang terus menghadapi perkembangan di setiap tahun nya, dalam perkembangan nya pembangunan di Indonesia juga ikut mengalami perkembangan infrastruktur maupun gedung-gedung bertingkat ikut serta dalam pembangunan dalam negara,dalam perkembangan bangunan perawatan dari gedung-gedung tersebut juga perlu di perhatikan.
Indonesia merupakan negara berkembang yang terus mengalami pertumbuhan dalam pembangunan, infrastruktur maupun gedung-gedung bertingkat tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan negara, gedung dan inrastruktur tersebut pastinya membutuhkan sebuah perawatan agar dapat di manfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama, untuk mengetahui kondisi dari bangunan-bangunan tersebut diperlukan nya sebuah jasa dari Audit struktur bangunan, jasa tersebut biasanya dilakukan apabila bangunan mengalami gangguan ataupun kerusakan yang dapat membahayakan struktur bangunan, sehingga membuat khawatair akan kondisi bangunan tersebut.
Audit struktur bangunan merupakan sebuah proses melakukan evaluasi kepada kuat struktur bangunan, beberapa hal yang mempengaruhi kondisi struktur bangunan diantaranya akibat termakan usia yang membuat kuat struktur bangunan melemah, kuat dari tulangan baja mengalami karat yang mengalami pelemahan penahanan dan bangunan mengalami deformasi atau retakan, dalam kasus-kasus tersebut diperlukan nya sebuah proses audit struktur bangunan yang di rencanakan dengan baik.

Dalam pengujian pada struktur bangunan pengujian yang bersifat non destructive test lebih sering di pakai ketimbang pengujian yang bersifat destructive test yang dapat merusak bangunan, pengujian non destructive test yang sering di gunakan adalah menggunakan UPV Ultrasonic Pulse Velocity, alat UPV tersebut melakukan pengujian menggunakan gelombang ultrasonic yang merambat pada pondasi bangunan sebagai perantara untuk mendeteksi kerusakan pada bangunan, selain itu Manfaat dari audit struktur bangunan tersebut tentunya dapat mengurangi kegagalan konstruksi yang dapat menimbulkan kerubuhan pada gedung bangunan, selain itu memiliki manfaat lain seperti:
·         Analisa kerusakan pada bangunan
dengan melakukan analisa dapat membantu mengindetifikasi kerusakan pada bangunan, apabila kerusakan telah terdeteksi akan dapat dengan cepat  dilakukan perbaikan dari pihak pengelolah.
·         Biaya
Apabila di lakukan audit struktur bangunan, kerugian yang di tanggung apabila terjadi keruntuhan dapat di hindari.

PT Testindo merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang testing & measurement, telah berpengalaman dalam melaksanakan Audit struktur bangunan, pelaksanaan dilakukan dengan profesional, yang dapat menghasilkan data-data secara valid, PT Testindo membuka jasa Audit struktur bangunan secara profesional untuk informasi dan pemesanan jasa dapat menghubungi no telp: 021 29563045 atau Email sales@testindo.com




Minggu, 29 Maret 2020

Memahami Dewatering



Dewatering merupakan definisi dari pembuangan air.Konstruksi dewatering biasanya disebut sebagai dewatering, unwatering, atau kontrol air. hal memerlukan pemompaan dari sumur atau genangan ke tingkat air tanah yang lebih rendah sementara, untuk memungkinkan penggalian dilakukan dalam kondisi kering dan stabil di bawah permukaan air tanah alami.

Dalam pengolahan air limbah, pengeringan adalah bagian dari proses di mana lumpur dikurangi volumenya dan diubah dari cairan menjadi produk padat. Pengeringan biosolid biasanya terjadi ketika biaya transportasi dan penyimpanan untuk volume yang besar dapat dikurangi atau ketika material diperuntukkan bagi tempat pembuangan akhir. Proses dewatering biosolids tidak hanya mempengaruhi volume tetapi juga tingkat nutrisi dan bau bahan.

Teknik Dewatering
Centrifuge: Centrifuge bekerja serupa dengan mesin cuci front loading. Tindakan pemintalan menyebabkan pemisahan air dari padatan. Proses ini biasanya membutuhkan input daya besar dan penambahan polimer. Sistem ini bekerja paling baik dengan lumpur yang konsisten atau lumpur umpan dan menyediakan produk yang dikeringkan antara 16-35% padatan.

Belt press: Jika centrifuge dapat dibandingkan dengan mesin cuci front loading maka belt press dapat dibandingkan dengan pemeras pada mesin cuci lama. Metode pemisahan terutama diperoleh dengan melewatkan kain atau sabuk penyaringan melalui sistem penggulung. Sistem mengambil lumpur atau lumpur sebagai umpan, dan memisahkannya menjadi filtrat dan produk yang dikeringkan antara 12-35% padatan.

Geo-tekstil: Kain permeabel berkekuatan tinggi ditenun menjadi tas dewatering yang dapat diisi dengan bubur. Air meresap dari kantong dewatering melalui pori-pori kecil di geo-tekstil menghasilkan dewatering efektif dan pengurangan volume bahan padat yang terkandung. Meskipun agak lebih lambat daripada pilihan pengeringan mekanis, pengeringan geo-tekstil merupakan pilihan pengeringan yang sangat baik, mengurangi biaya, dan input energi. Metode ini dapat menghasilkan bahan dari 15-45% padatan.

Rotary Vacuum: Metode dewatering ini melibatkan pengisapan cairan melalui filter. Karena filter itu sendiri dapat diubah tergantung pada kebutuhan proyek, tingkat penangkapan padatan sangat tinggi. Bahan dapat disaring hingga 0,5 mikron menghasilkan kualitas limbah yang tak tertandingi. Proses ini sementara lebih lambat daripada opsi dewatering mekanis lainnya menyediakan material dengan 20-45% padatan.
Dewatering dan Pengelolaan Limbah
Dewatering digunakan oleh pabrik pengolahan air limbah besar untuk memisahkan lumpur menjadi cair dan padat. Metode prinsip dalam air limbah adalah pengepres sabuk dan sentrifugal. Sistem ini adalah perawatan yang tinggi dan membutuhkan pengawasan dan pelatihan operator tingkat tinggi. Mereka biasanya hanya diterapkan pada fasilitas yang lebih besar dan tidak efisien biaya untuk digunakan dalam skala kecil. Ini hanya satu bagian dari proses air limbah menjadi air yang diolah dan biosolid. Perawatan primer sangat penting sebelum pengeringan. Filtrat atau cairan sentrat yang dipisahkan selama proses pengeringan juga harus diperlakukan. Ini biasanya melibatkan sirkulasi ke kantor pusat dari pabrik pengolahan air limbah.

PTTestindo adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang monitoring & Measurement Indonesia, menerima jasa Dewatering yang dilakukan oleh orang-orang professional dalam bidang dewatering, yang dapat menghasilkan hasil yang maksimal dan tidak merusak lingkungan,untuk mengetahui ataupun informasi mengenai jasa dewatering dapat menghubungi PT Testindo melalui nomor:  0822-5870-6420 atau melalui Email : sales@testindo.com


Kamis, 12 Maret 2020

Sondir Test Untuk perumahan



Rumah merupakan kebutuhan permier dari setiap manusia, rumah merupakan tempat tinggal dari manusia dan menjadi tempat beraktivitas, tampa adanya rumah manusia akan sulit bertahan hidup, untuk menjadi kan rumah sebagai tempat tinggal rumah harus nyaman dan aman, akan tetapi aman yang di maksud kan adalah keamanan dari pondasi rumah itu sendiri, pondasi rumah adalah sebuah bangunan yang berada di bawah rumah dan berfungsi untuk menahan berat bangunan yang ada di atasnya agar tetap kokoh apabila terjadi guncangan , akan tetapi bukan hanya pondasi yang di kerjakan saat proses pembangunan rumah, melainkan Sondir test, Sondir test tidak hanya dapat di lakukan oleh bangunan-bangunan besar, akan tetapi bangunan seperti rumah dan ruko juga memerlukan Sondir test.

Sondir Test adalah salah satu tahap dari pembangunan rumah yang wajib di lakukan , sebelum dilakukan nya pembuatan pondasi bangunan dan pemasangan tiang pondasi, pengujian terhadap tanah lokasi harus di lakukan sebuah pengujian demi keamanan pondasi dari bangunan, alasan yang menjadi catatan wajib dilakukan nya sondir test yaitu untuk menghindari penurunan dari pondasi yang di sebabkan oleh tanah yang mengalami penyusutan, Pengujian Sondir test adalah suatu metode pengujian untuk mengetahui karakteristik tanah, , kepadatan pada tiap lapisan tanah. Secara umum memang pengecekan pada tanah dapat di lakukan sendiri dan dapat dirasakan, namun cara pengujian sebenar nya menggunakan alat sondir khusus dan pengujian dilakukan kepada setiap lapisan tanah yang dapat di jangkau alat uji, tanah lapisan atas yang keras bisa jadi, di bawah lapisan tersebut mudah mengalami penyusutan dan sangat berdampak pada pondasi, untuk itu sondir test dibutuhkan dalam pemasangan pondasi berikut kegunaan dari Sondir Test:
  • Kecocokan antara pondasi dan tanah

Dalam suatu pengujian sondir test, pengujian di lakukan kepada tanah agar mendapat kan informasi atau data mengenai karakteristik tanah, setelah di lakukan nya analisa tersebut di lakukan lah pemasangan tiang pondasi yang sesuai dengan kontur tanah yang telah di analisa, agar menghindari penyusutan pondasi oleh tanah.
  • Dapat menghindari kemungkinan kegagalan konstuksi

Apabila sudah di lakukan nya uji sondir, kemungkinan kejadian kegagalan konstruksi dapat di hindari, biasanya kegagalan konstruksi dapat terjadi apabila terjadi kerusakan atau gangguan pada pondasi bangunan, maupun tanah yang menjadi pondasi.
  • Ketentuan untuk mendapatkan IMB

IMB merupakan surat resmi yang di keluarkan oleh pemerintah untuk syarat administrasi mendirikan bangunan, pengujian sondir telah menjadi syarat di dirikan bangunan, agar masyarakat terhindar dari kegagalan konstruksi.


Untuk keamanan pada bangunan perumahan dan rumah, PT Testindo perusahaan swasta professional yang bergerak dalam bidang monitoring dan control system yang ada di Indonesia,membuka jasa layanan Sondir perumahan dan sondir rumah di Jakarta, pengujian sondir test dilakukan oleh tenaga ahli yang professional dalam bidang sondir test, dan hasil dari uji sondir tersebut dapat menghasilkan data yang valid untuk menjadi pertimbangan pengelolah ataupun kontraktor yang akan membangun sebuah bangunan, untuk informasi menganai jasa Sondir test dapat menghubungi melalui no telp: 021 29563045 atau Email: sales@testindo.com








Selasa, 10 Maret 2020

Solusi Pendeteksi Kerusakan Bangunan


Beton
Bangunan ataupun gedung merupakan sebuah bangunan yang di dirikan oleh manusia untuk menjadi tempat beraktifitas ataupun bekerja, fungsi dari bangunan atau gedung tersebut juga telah menjadi pusat dari aktivitas banyak orang, selain fungsi dari bangunan tersebut material/bahan-bahan dari bangunan sendiri harus memiliki daya kuat yang cukup untuk menahan beban yang berada pada bangunan, dan harus memiliki daya kuat untuk jangka waktu lama, Pemilihan bahan dari pondasi bangunan biasanya adalah beton, beton sendiri merupakan percampuran dari beberapa material seperti Air,Agregat keras dan halus, semen dan cairan khusus hingga mengeras, dari hasil percampuran tersebut terbuatlah beton sebagai pondasi dari bangunan, alasan di gunakan nya beton sebagai pondasi dari bangunan tidak lain karena karakteristik nya yaitu daya kuat dari beton sendiri, namun seiring berjalan nya waktu beton pondasi bangunan dapat menggalami keretakan/ciri-ciri kerusakan  pada beton tergantung dari kondisi lingkungan pada pondasi bangunan, yang dapat mempercepat kerusakan pada beton bangunan, untuk mendapatkan informasi ataupun mendeteksi beton pondasi bangunan jika mengalami kerusakan dapat menggunakan Jasa UPV ( Jasa Ultrasonic PulseVelocity )

Ultrasonic PulseVeocity atau biasa dengan sebutan UPV adalah sebuah metode pengujian pada pondasi yang bersifat Non Destructive Evaluation, yaitu pengujian yang di lakukan tampa merusak object yang sedang diuji, pengujian tersebut menggunakan alat khusus dengan alat tersebut pengukuran dapat dilakukan menggunakan rambat gelombang ultrasonic yang merambat melalui perantara benda padat, melalui rambat gelombang tersebut hasil dari pengujian akan muncul pada monitor alat UPV, hasil tersebutlah yang dapat mengetahui kondisi dari pondasi bangunan, yang akan menjadi bahan pertimbangan pengelolah bangunan untuk menindak lanjuti ke tahap perbaikan bangunan,pada pengujian UPV terdapat beberapa tahap pengujian diantaranya:

Tahap Pengujian UPV

PT Testindo perusahaan profesional dalam penanganan bidang monitoring dan control system di Indonesia, membuka jasa UPV Test yang di dukung oleh tenaga-tenaga ahli, dan profesional, dalam bidang nya. untuk informasi ataupun pemesanan terkait dengan jasa UPV Test dapat menghubungi no telp: (021)29563045 ataupun Email: sales@testindo.com

 Sumber Gambar





Rabu, 04 Maret 2020

Proses PDA


Masyarakat pastinya sudah tidak asik dengan infrastuktur maupun bangunan, semua kegiatan dan aktivitas masyarakat tidak lepas dari keberadaan bangunan maupun infrastruktur, namun apa itu infrastruktur, infrastruktur merupakan sebuah fasilitas dasar, baik fisik maupun sosial contoh nya bangunan ,jalan, hingga pasokan listrik yang digunakan untuk oprasional kegiatan dari masyarakat.
Dari semua infrastruktur yang ada pastinya memerlukan sebuah pondasi dari infrastruktur tersebut, salah satu infrastruktur tersebut adalah gedung atau bangunan,pondasi bangunan merupakan bagian bawah dari bangunan yang berguna untuk menahan berat bangunan, bahan pondasi yang di pilih pada bangunan biasanya keras dan kuat yaitu beton sebagai pondasi bangunan, beton di pilih karena memiliki karakteristik yang mampu menahan berat bangunan yang menjadikan beton sebagai pondasi dari berbagai macam infrastruktur dan bangunan.
                Pada pesamangan pondasi beton, pondasi tidak bisa pasang sembarangan namun terdapat sebuah pengujian yang bertujuan untuk mengukur kekuatan dari pondasi beton tersebut, bernama PDA Test ( pile dynamic load test ), Pengujian tersebut adalah pengujian yang di lakukan pada beton uji/tiang uji yang akan dijakikan pondasi bangunan/infrastruktur, dengan cara melakukan pukulan berkali-kali pada pondasi tiang pancang yang akan di uji untuk di analisa.

TUJUAN PILE DYNAMIC LOAD TEST
  • Mengetahui Nilai dari object beton yang akan di uji nanti
  • Mengetahui integritas dari daya dukung beton ataupun joint yang ada pada sambungan beton
  • Efisiensi dari penyeluran kekuatan hammer ke pada beton uji
  • Dsb

Untuk melaksanakan PDA Test, pengujian dilakukan berdasarkan aturan ASTM D-4945 (Standart Test Method for High Strain Dynamic Testing of deep foundation) aturan tersebut menjelaskan bahwa dari hasil kerengangan ataupun kecepatan dan gaya, kecepatan auatu perpindahan, hasil dari kekuatan benturan hammer, dalam uji pengukuran data tersebut dibutuhkan beberapa alat khusus  untuk PDA Test, yaitu:
Ø  Komputer PDA
Ø  Sensor Transducer
Ø  Sensor Acceleron Meter
Ø  Kabel Extension Sendor
Ø  Main Cable Unit
Ø  Wireless connector
Ø  Pelindung sensor
Ø  Alat Pendukung ( Bor, Grinda, Baut dan mur, Dyna set, Palu, Kabel Power , Genset, Mal Senso beton, Mal Sensor Baja, Mata Bor Beton, Kepala Bor Baja, Mata Bor Besi, Hand Tab ,Mata Tab)

Tahap selanjutnya, pada PDA Test, yaitu pemasangan sendor pada object, untuk pemasangan sensor ini dilakukan dengan cara pemasangan instrument Strain transducer dan accelerometer, harus berhati-hati pemasangan sensor tersebut harus di pasangan menyesuaikan kondisi dari tiang yang akan di uji pada lokasi , pada tiang dengan diameter 1000mm atau lebih menggunakan 2 accelerometer dan 1 main cable, namun jika tiang dengan diameter kurang dari 1000mm menggunakan 4 accelerometer dengan 4 transducer serta 2 main cable.
Prosedur pengujian
  • Setelah semua persiapan di lakukan , instruksi dari oprator crane untuk melakukan pengujian di mulai, pemukulan kepada tiang akan mulai di lakukan dengan ketinggian tertentu dan jatuh kebawah, pemukulan di lakukan secara bertahap hingga sampai ke titik yang telah di tentukan.
  • Penggunaan hammer dalam proses uji di setel dengan jumlah pukulan ya telah di tetapkan, daya dukung dari tiang harus di capai, setelah di capai  jumlah pukulan yang di targetkan maka pukulan dapat di hentikan.
  • Untuk menggunakan alat hammer, ketinggian jatuh hammer di mulai dari 50cm lanjut ke 100cm hingga mencapai ketinggian maksimal dari alat.
  • Apabila terjadi kendala pada object yang sedang di uji berupa retakan atau pun kerusakan fisik dari object uji maka proses PDA Test harus di hentikan.
PT Testindo perusahaan profesional dalam penanganan bidang monitoring dan contrl system di Indonesia, membuka jasa PDA Test yang di dukung oleh tenaga-tenaga ahli, dan profesional, dalam bidang nya. untuk informasi ataupun pemesanan terkait dengan jasa PDA Test dapat menghubungi no telp: (021)29563045 ataupun Email: sales@testindo.com